BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS �
Showing posts with label Tara's Family. Show all posts
Showing posts with label Tara's Family. Show all posts

Tuesday, March 16, 2010

Selamat Hari Raya Nyepi Untuk yang Merayakan :)

Selamat Hari Raya Nyepi!!!!! Hari ini, penyakit Ayah -- yang sebenarnya sangat menyenangkan -- kambuh kembali.. yaitu, jalan-jalan.. kali ini ngajaknya gak jauh-jauh kok.. Sumedang saja. Anak-anak pada nanyain, "Ngapain ke Sumedang? Beli tahu ya?!" dengan nada ngeledek. I Hate to say it, but they're right. di mana? Tahu Bungkeng.



We actually ordered the first 20s tofu. (as you can see from the image below) And ordered another 20s. With a total 20 lontongs. ngaahhahah.



Selama perjalanan dari depan Unpad Jatinangor sampe ke Sumedang, Ibu nyariin jeruk Bali. katanya sih enak dimakan dengan sambel atau kecap dan cengek (cabe rawit). akhirnya di depan tempat beli tahu sumedang, ada yang jualan Jeruk Bali. -- mentang-mentang nyepi, belinya jeruk bali. Eits! gak kok. kebetulan aja :D



Katanya, kalo agama lain sedang merayakan Hari Raya agamanya, kita harus tenggang rasa. Oke, hari ini juga, setelah bersenang makan-makan, mampirlah ke kuburannya Mbah, yang kerap dipanggil Mbah Emon, tepatnya Ibunya si Opa saya. Ubinnya gak keurus karena jarang banget keluarga yang dateng untuk ngeliatin kuburannya si Mbah. ini aja kali keduanya saya ke sini. dan kali pertama saya ke sini adalah 10 tahun yang lalu, ketika muka ini masih muda belia. *ngahaha.. Si ibu di panggil "Agan" sama yang jaga kuburan. Serasa di Kaskus aja nih.. tapi kata Ibu, memang sukak dipanggil gitu kalo dateng..



Sebenernya si Mbah ditawarin untuk dikuburkan di dalam 'kerangkeng'. hehe, maksutnya di dalem pagar, bersama keluarga Raden nya. tapi beliau menolak dan minta untuk dikuburkan di tempatnya saat ini. Ceunah biar bisa ngeliat orang bersawah di depan tempat kuburan ini.. lalalalaaa...

Thursday, December 24, 2009

Pondok Indah Mall, 23rd Dec 2009

So I waited for amanda to come for an hour at wendy's. I know i should use my camera a lot more. But this is what i posted yesterday



Finally, when she did came, we ate at sushi tei. But no, we didn't eat much. We were just sitting there, then finally found this couple that looked like they have some troubles. We're sorry, really. Well I'm sorry cause i didn't hear what you're saying. But Amanda did hear. And we assumed things. Sorry. We ordered two salmon sashimi(s). I called it double salmon sashimi attack :)


i love my photography apps :) <3

Thursday, November 19, 2009

The Day She Went Away




Rangkaian bunga bertuliskan "turut berduka cita" dengan jumlah lebih dari dua menguatkan bukti bahwa orang kita kurang kreatif dalam mengucapkan belasungkawa dan prihatinnya, berbeda ketika kita mengucapkan selamat dengan bermacam cara dan rangkaian kata :) think about it, guys. Losing something or someone is harder to face :)

Semua berawal dari sms yang kuterima malam jumat minggu lalu (horor giniiii) kalau eyangti masuk ruang ICU. sebelumnya udah diberitahu kalau beliau masuk rumah sakit lagi untuk yang - kalau gak salah - keempat kalinya. Mahal euy kalo bolak balik terus, ya nggak? MMC gitu :)

Aku tidak terburu2 untuk berangkat ke jakarta. Satu hal yang nempel di kepala aku, "pasti gak makan lagi.. Kasian tante aku, yang ngejagain eyang"

Beruntung aku ada niat berangkat hari jumat itu. Sekalian ke Thamrin, mengingat harus menyerahkan tugas ke pembimbing luar kampus. --tapi akhirnya gak diserahkan sampai hari ini, karena berkas yang harus diserahkan belum ditandatangani fakultas karena surat pernyataan bersalah mengenai diksar tahun lalu--
Siang itu aku menuju jakarta sendiri, hujan di jalan tol, sampai jakarta langsung ke kuningan, untuk jemput tante ku yang hampir24 jam menjaga eyang, lalu off ke rumah sakit.

Di sana, suasana ICU mengingatkan aku akan keadaan tanteku yang lain ketika masuk ke ruang ICU setelah menjalani operasi. Suasana ruang tunggunya sudah seperti tempat nginap orang2 yang nungguin kerabat mereka yang masuk ICU. Aku masuk ke ruang ICU bersama tante ku ketika ada ruang untuk dua orang di dalam. Di ICU kan dijatah orang masuknya. Hanya boleh dua pengunjung. Ketika melihat eyang di dalam, dengan masker oksigen (hehe aku gak tau istilahnya apa) dan selang infus dan muka tak bertenaga serta tampak seperti orang tak sadar, aku gak bisa nahan nangis. Thanks for my auntie, dia mengangguk ke arahku menandakan aku tak boleh bersikap seperti itu. Aku memperbaiki nafasku, menahan air mata yang sudah diujung mata, dan mengikuti instruksi tante untuk membacakan doa bersama, mengajak eyang berdoa bersama.
Keluar dari ruangan itu, aku ambil "teman diamku" dan menanyakan, di mana kamar mandi. Ketika mengetahui kamar mandi di dekat ICU ternyata dikunci aku ke kamar mandi di lantai bawah, dan ternyata ada orang. Aku ingin mengeluarkan air mata yang tertahan ini dan menghubungi orang tuaku agar segera datang ke jakarta.
Aku jalan ke luar dan menghubungi ibuku, ketika diangkat, tanpa basa basi aku langsung menangus dan bertanya kapan akan datang mengunjungi eyang?! Sampai sesak nafas aku berbicara pada mereka via handphone.

Keesokan harinya, tangan eyang yang tadinya bengkak, menjadi lebih baik. Responnya pun lebih bagus. Sebelumnya, tenggorokannya penuh dengan dahak sehingga membuatnya susah untuk bernafas, dapat terlihat dari nafasnya yang terengah2... Hari kedua aku menjenguknya, keadaannya tak separah sebelumnya. Ayah pun melihat keadaan eyang yang tidak terlalu parah :) mungkin yang ada di pikiran ayah : "lebay banget sih lo, taraaaa" hahaha

Anyway, aku ingat weekend itu bertemu banyak sodara yang datang menjenguk eyang. Salah penjenguk adalah asistennya tanteku itu, mengatakan bahwa "there's something wrong in her digest system" karena yang beliau 'keluarkan' berupa urine bercampur darah, dan kejadian ini terjadi pada hari sabtu. Aku tidak ingin mempercayai perkataannya. Toh beliau lebih responsif pada hari itu.

Minggu, beliau sudah bisa merespon apa yang aku katakan, malah beliau sempat komplain mengenai sesuatu. Aku minta maaf karena aku gak ngerti apa yang eyang mau.. Beliau hanya mengeluarkan desahan2 yang seakan mengatakan kalau beliau ingin minum. Karena aku ingat dulu kalau di rumah atau ketika dirawat, dia selalu batuk untuk meminta seteguk air putih. Hal ini beliau lakukan pada saat itu. Aku tau, mulutnya kering dan terluka karena gigu palsu bagian bawahnya yang tidak dapat dilepas itu menghalanginya bernafas.

Hari minggu itu aku sudah agak santai karena beliau sudah lebih responsif. Dan aku ingin bertemu saudaraku yang berada di Depok. Sayangnya, aku tidak terlalu berusaha menepati janji itu. Aku masih ingin berada di MMC.

Hari senin, ayah berencana akan pulang, senin sore atau selasa pagi. Karena masih harus ngepack barang untuk pindah berhubung sudah pensiun. Selama perjalanan sebelum beli tiket, hujan deras di jakarta, dan aku menerima telefon dari tanteku untuk meminta ayah bertemu dengan dokter yang merawat eyang, katanya penting, tapi aku hanya memberitahu ayah bahwa ayah harus menemui dokter, takut ayah cemas. Seperti rencana, ayah memesan penerbangan hari itu atau keesokan harinya, Tetapi takdir berkata lain, ayah dapat tiket hari Rabu. Baru setelah itu aku menyampaikan pesan tanteku dengan lengkap. Sesaimpainya di rumah sakit, aku kaget melihat tanteku sudah standby di sana. Ketika kutanya kok gak ditempat kerja, dia hanya tersenyum lebar dengan becanda,"meliburkan diri, enak kan?"

Setelah ayah masuk ke icu, selanjutnya adalah aku, sendirian. Aku memanggil beliau, tapi tidak responsif.. Kurang responsif, itu pikiranku saat itu. Tangannya kembali membengkak, kuintip urin nya, "tidak ada darah, kok" itu pikirku. Aku keluar dan kembali menunggu di ruang tunggu.

Jam 1an, tanteku tiba2 bilang, hubungi kakak adiknya, dalam arti, adek2nya ayahku. Katanya disuruh standby di MMC. Sempat terdengar tanteku menceritakan dokter yang merawat eyang mengatakan,"gw gak sukak ngeliat detak jantungnya nih, elo jangan pulang dulu ya! Standby di sini"

Tanteku sempat menuntunnya berdoa pada jam 1 itu..

Jam 3 lebih 20an, salah satu suster yang menjaga ruang ICU memanggil nama si eyang,"Keluarga Soepeni". Tante yang menjaga eyang dari awal, sebut saja tante I dan adiknya, sebut saja tante M serta ayah langsung berdiri dan segera masuk ke ruang ICU. suami tante I agak ragu meninggalkanku dengan tas2 mereka sendirian. Masih belum kucerna pada saat itu kalau kondisi beliau sudah sebegitu kritisnya. Begitu jsm dinding menunjukkan pukul tiga kurang 15 menit, suami tante I keluar dan aku disuruh masuk.

Tanpa mengetahui keadaan di dalam, aku mengintip dari balik pintu. Semua kepala tante I, tante M, dan ayah serta dokter temennya ayah, menoleh ke arahku. Aku melihat dengan muka kebingungan. Muka dokter yang temennya ayah itu kan agak konyol, pada saat itu yang terlihat hanyalah kerutan di kening tanpa melakukan apa2 bahkan tidak bercanda. Aku memperhatikan layar yang menunjukkan detak jantungnya, sudah benar2 lemah...... 50an/menit

Aku melihat jam dinding, 2.50, detak jantungnya semakin rendah.........30an/menit
Dokter tersebut berkata pada ayahku,"gak ada yang bisa dilakukan. Mau dipakaikan alat bantupun, darahnya sudah tidak bisa menyerap oksigen"

Ketika aku melihat jam lagi, 2.56an, angka yang ditunjukkan pun semakin rendah. Aku tak bisa menahan nangis, aku hanya memegang kakinya yang dingin, memperhatikan mukanya yang sudah kuning..... Aku mengingatkan ayahku untuk membacakan tahlil di telinganya,,

Tekanan darahnya sudah tidak muncul di layar, kata si dokter,"sudah terlalu kecil, sehingga tidak bisa dideteksi lagi"

Aku menunduk menghadap kakinya, membacakan semua surat yang aku ingat, mendekati detik2 detak jantungnya berhenti, reminder adzan yang keluar di handphone si dokter berbunyi.. Dan adzan Ashar tersebut mengantarnya pergi...

Ketika keluar dari kamar, aku tak bisa menahannya lagi, aku menangis dan menghubungi adikku, setelah itu aku menghubungi saudaraku. Aku hanya bisa menangis terdiam membayangkan eyang yang detak jantungnya berhenti di hadapanku.........

Setelah dipikir2, mungkin sebenarnya beliau telah tiada sebelum aku masuk ke ruangannya, karena detak jantung mah masih akan terus menurun setelah roh pergi, begitu kan??? Siapa yang tau persia, sih?? Tapi aku percaya seperti itu. Sama seperti ketika kita mengerem mobil, kita tidak akan langsung berhenti total kan? Pasti kecepatannya menurun dulu, baru berhenti.

Hikmah yang aku ambil adalah jangan takut ketika melihat mayat kerabat seseorang melintas di depan kita, karena aku ngerasain itu, ketika tubuh eyang dibawa memakai meja dorong-- again, aku gak tau istilahnya-- dan ada orang2 yang bilang "hiiiiii" aku merasa sangat tersinggung!!! Mendingan bilang "innalillahi waina ilaihi rojiun" dan menunduk deh, daripada keganjenan deket2 cowok, menyembunyikan kepalanya dan bilang,"hiiiiii"

Grow up, woman!!! You wear that sophisticated look but act like a child?????! Shame on you,lady...

SHAME ON YOU

Akhir kata, aku mohon doa dari semua yang ngebaca postingan ini ya..

For my beloved granny. I can say to myself, i enjoyed every second that i've spent with you.. I have no regret to be left, like before.. I've learned my lessons and glad that I spent nights with you, everytime i stayed in Saharjo. I remember waking up with you already awake with a book on your hand and looking at me saying, "tadi malem kamu tidur jam berapa?". I remember this past months, when you already spent several times at hospital, you became more intolerant with my habit of waking up late. But those times are something for me to memorize about you..


Maybe i should learn to wake up early in the morning. :)

Tuesday, December 2, 2008

The Power Of Taking People In Control

Pernah terPikir oleh kalian,apakah kekuatan 'gosip' itu sangat berpengaruh..perbedaan antara apa yang kita lihat,orang2 bilang,dan kenyataannya bisa sangat berbeda. Orang kaku bukan berarti orang yg tidak dapat memberikan perhatian. Justru bagiku,orang kaku adalah orang yang paling misterius dalam hal ke romantis an. Bisa2 di satu sisi dia menyebalkan dan di sisi lain,dia berusaha menampilkan ke sensitifan dirinya. Ketika kenyataannya dia bersikap sangat sensitif,yang kita lihat hanya kekakuannya dalam menghadapi hal2 romantis.
Kadang,orang yg berpasangan dgn orang kaku seperti itu,akan menganggapnya kasar,tidak sensitif,menyebalkan. Dan ketika kita udah salah tangkap mengenai pandangan itu,kita mulai bergosip atau 'berbagi pandangan' mengenainya,yang pada akhirnya komunitas di sekitarnya akan berpandangan bahwa orang tersebut kasar,tidak sensitif,blablabla. Kasian,ketika dia berusaha bersikap sensitif,semua orang udah berpandangan yang jelek2..
Eyang kakungku begitu,maka ketika kita mendengar hal2 positif mengenai beliau dr org2 luar,kita hanya bisa mengintrospeksi diri dan tidak dapat menyalahkan siapa2..begitulah eyang kakung yang selalu kaku dalam mengeluarkan isi hatinya,tidak romantis sama sekali.

Wednesday, October 1, 2008

A little story

Assalamualaikum!selamat hari lebaran dan kembali fitri!
Subuh2 masang alarm,kebangun uTk matiin dOang. Ya,matiin,bukan snooze..bego.. Jadinya mandi bru jam stgh7,kelar2 rumah ud kosong..dengdong..parah..
Anyway,kalo lagi ngumpul sama keluarga besar gini,aku jadi inget ama reuninya keluarga eyang aku.. Yang diundang adalah ayahku dan adek2nya. Keluarga besar gt,sodara2nya eyangputri. Aku inget mejaku ada di belakang meja sodara jauhku,yang aku lupa namanya. Maaf,karena dlu aku inget, kamu masih bayi dan nama bukan suatu hal yang penting~ngeles banget yak. Sebut saja namanya kumbang(kalo mawar,jadi cewe,dong). Dari awal aku du2k,tingkahnya adaaa aja,tapi diem,diem..senyum sana senyum sini. Bukan senyumin orang. Awalnya kupikir ini anak murah senyum. Pakaiannya terlalu kekanakan uTk cowo berumur 15-16 thn; atau memang badannya aja yang besar, padahal masih bocah.. Well anyway..salah satu anaknya adek ayahku, yang daritadi diem, merhatiin tingkah laku keributan,ternyata memperhatikan si kumbang ini juga. Ketika si Kumbang lari ke sana kemari nutupin spotlight stage, sodaraku itu langsung nyeletuk,'knapa sih ni orang?!autis apa??!' bernada kesal..
Let me tell you sumthin about this Kumbang. Dia memang AuTis, segala cara ud dilakuin uTk nyembuhin autisnya. Makanya,ketika sodara aku blg gt, aku tersentak,merasa dia udah ngejek SODARANYA sendiri.. Langsung aja aku tegur,'ky,dia memang autis'. Setelah dia dgr aku blg gt,mukanya langsung merasa bersalah.. Setelah itu, kalo aku ketemu sodara aku yg kiky itu lagi,ngomongnya gak pernah sembarangan.. Baguslah,ada hikmahnya :)

so,for all of you,including me, kalo bCr jangan sompral,sembarangan.. Karena bs jd dgn becanda2annya kita, ada orang yg bisa tersinggung..

Once again, mohon maaf lahir dan bathin.. Selamat idul fitri 1 Syawal 1429 H..

PS : akhirnya bo,aku bs cerita DENGAN hikmah di dalamnya ;P
dan ini ngetiknya pake hape loh :D

Saturday, July 19, 2008

A Love for Opa

Aku gak nyangka, ketika duduk berdua dengan ibu, kami akan membahas Opa. Opa = kakek, atau ayah dari ibu.

Ah,, aku cuma bisa menahan air mata ini keluar ketika menyebut 'Opa'. Aku gak nyangka akan serindu ini sama sosoknya beliau.


Beberapa dari kalian mungkin tidak ingin bertemu dengan kakek dan nenek. Walaupun kadang mereka baik, ngasih uang jajan, yah.. barang seribu saja, untuk beli permen, tapi kalian telah diberi uang jajan oleh beliau. Tapi bagian yang paling kamu hindari adalah disuruh salim atau salaman sama kakek dan nenek, lalu mencium pipi mereka. Kadang, seperti anak-anak yang lain, aku juga agak menghindari kontak ini. Kadang cara menciumnya juga 'bernafsu'. Bukan nafsu apa2, tapi kadang 'ludah'nya sukak nempel di pipi. Anehnya, justru hal itu yang aku rindukan. Rasa was2 ketika menemui Opa, rasa was2 akan dicium dan beliau akan menghadiahi kita dengan 'ludah' yang nempel di pipi.

Dulu, ketika aku menginap di rumah beliau dan salah satu kakak dari ibuku, beliau menakut2i aku dan adikku dengan bercerita horor. Beliau mencontohkan gerak gerik 'orang' yang akan turun dari tangga dengan badan membungkuk, tangan melipat di depannya, dan mata yang mengerikan. Ya, sampai sekarang aku masih mengingat caranya mencontohkan gerak dari 'orang' itu. Opa, aku kangen.. ):

Beliau selalu duduk di kursi meja makan yang letaknya paling dekat ke tivi. Mungkin agar ketika beliau nonton, tidak akan ada orang yang menghalangi daerah pandangannya. Padahal, tepat di sebelah kursi tersebut, adalah pintu menuju dapur. Kursi itu seakan menjadi tahtanya, jadi, ketika kita duduk di tempat tersebut dan beliau keluar dari kamarnya di bagian belakang rumah, otomatis orang yang duduk di 'tahta'nya akan berpindah ke kursi lain. Ya, aku selalu melakukan itu juga. Kadang, aku coba untuk tidak berpindah tempat, sampai Ua'--kakaknya ibuku yang tinggal dan hidup bersama Opa sampai pada akhirnya berada di rumah yang sama ketika beliau meninggal--menegurku dan menyuruhku berpindah tempat. Aku ingat sekali ketika beliau mengatakan, "Nggak papa lah, biar dia duduk di situ..".. --i'm actually holding my tears now..-- Aku kangen Opa..

Aku ingat lebaran ketika aku duduk di bangku SMU, aku datang menemui beliau, memakai kerudung untuk membuat Ua' dan Opa ku linglung. Aku ingat beliau menatapku sambil memeluk, "cucu opa cantik.." Aku bisa melihat beliau sangat bahagia melihatku memakai kerudung... Ya, cara memakai kerudungku waktu itu sama dengan caraku memakainya saat ini. Aku suka caranya membuatku bahagia. Dan saat itu, tekadku untuk memakai kerudung semakin besar, walaupun dari keluarga ayahku, aku kembali diberi pilihan untuk menahan keinginanku memakai kerudung, karena aku tau, aku masih remaja dan masih labil akan pilihan, apalagi memakai kerudung adalah keputusan yang memiliki tanggung jawab dalam tingkat berbeda dari biasanya, bukan begitu?

Beberapa kali aku datang ke sana, aku selalu disanjung dengan pujian beliau ketika mengatakan, betapa cantiknya aku. Aku senang ketika beliau menyebutku cantik, seakan bukan basa basi. Kadang, aku merasa kalau beliau hanya basa basi saja, beliau juga sering mengatakan betapa cantiknya ibuku. Tapi, aku selalu senang ketika beliau berbasa basi, seakan dari hati. Sekarang, aku sangat kangen denganmu, Opa..

Ketika aku menerima kabar kalau aku diterima kuliah di ITB, beberapa kali aku menginap di tempat beliau dan Ua' ku.. Ibuku sangat sibuk ketika ingin membuatkanku lemari. Aku sudah beberapa kali menolaknya. Sampai pada akhirnya, lemarinya selesai dengan terburu2.. Sehingga hasilnya sangat tidak memuaskan. Apa yang akan kau rasakan? Ketika kau tidak menginginkan sesuatu, tetapi dipaksa oleh orang tuamu. Dan ketika barang tersebut selesai dibuat, ternyata hasilnya tidak memuaskan?! Aku sangat kesal melihatnya. Aku memperlakukan lemari itu bak barang rongsok. Tapi, baru kuketahui, ternyata lemari itu adalah lemari yang dihadiahkan Opa untukku. Rghhhh.. Opa.. maafkan aku...

Ketika menduduki bangku perkuliahan, beberapa kali aku mampir ke rumah beliau. Kadang aku datang tanpa membawa apa2, jadi suka disindir secara bercanda oleh Ua aku karena datang dengan tangan hampa. Opa selalu bilang, "Udahlah, udah mending si kunyuk dateng ke rumah..".. Aku kangen dengan panggilan itu. Si Kunyuk. mukanya selalu sumringah ketika menyebutnya. Sebutan itu adalah panggilan untuk cucu2nya. Banyak loh cucu2nya. jangan salah.. Beliau memiliki 10 anak, sedangkan ibuku adalah anak ke 9 nya. :)

Beberapa tahun terakhir, penyakitnya semakin parah.. Kadang, ketika aku berkunjung ke tempatnya, aku berdoa, "Ya Allah, jangan biarkan Beliau diberi penderitaan yang berat, kasian..".. Beliau selalu duduk di tahtanya dengan ngemut  gula batu, karena katanya sih, permen terlalu manis, sedangkan gula batu sudah cukup untuk cemilan beliau saat itu. 

Aku ingat ketika sakitnya sudah mulai parah, dia butuh oksigen. Kata semua anaknya, termasuk ibuku, udara di Bandung sudah tidak bersahabat dengannya, terlalu lembab. Kalau di Jakarta, mungkin lebih cocok, karena asma yang dideritanya tidak pernah kambuh ketika berada di jakarta. Jadi, semua sibuk merencanakan untuk memindahkan tempat tinggalnya di Jakarta.  Opa, aku tau aku jahat, tapi aku terus berharap penderitaanmu berhenti sampai di situ..

13 April 2007.. Beberapa hari sebelumnya, aku sudah diingatkan ibuku untuk menghubungi beliau. Karena hari itu adalah hari ulangtahunnya. Ya, beliau berulang tahun untuk yang ke 94 kalinya. Sepuh. Beliau sudah memiliki 4 atau 6 cicit, aku tidak tau pasti. Karena ada beberapa keluarga yang sudah tidak pernah tau kabarnya lagi. Aku sempat menelponnya, mengucapkan selamat ulang tahun, aku ingat menelponnya, sudah telat,  aku berjanji padanya akan datang dan meramaikan rumahnya dengan suara tawaku. Aku masih ingat itu. Aku mengucapkan selamat ulang tahun padanya telat, dan berjanji akan mengunjunginya. 

17 April 2007 (aku lupa, ketika tanggal berapa aku ketinggalan pelajaran komputasi, ya.. kayaknya selasa, ya? hehe)... Paginya, aku diguncang perasaan gak enak, aku ingin sekali memakai kerudung, saat itu aku berpikir, "kalo aku undur2 terus, akhirnya bisa aja aku meninggal tanpa memakai kerudung ini.." Ya, aku sudah berpikir untuk memakainya sejak 2 SMP, ketika aku berjanji akan memakainya waktu akan naik ke bangku SMU.  Jadi, setelah aku meninggalkan kelas Komputasi Geosains(maksutnya meninggalkan = skip = gak masuk kelas), aku datang ke kampus memakai Kerudung, dan secara resmi, aku memakai kerudung hari itu.. Hari itu juga, aku bermaksud mampir ke rumah Opa, karena aku belum mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung padanya. Sekalian, kan.. :) aku mau menunjukkan keadaanku sekarang yang sudah make kerudung.. :)

18 April 2007.. Aku bertekad, aku ingin ke tempat Opa, biasa.. sifat malas2ku muncul lagi. Selalu mengundur2kan waktu, di'nanti2' aja..

19 April 2007... Aku belum bangun, tapi aku dibangunkan oleh telepon. Aneh, kayaknya tadi aku udah matiin alarm. Ini bukan alarm.. ini telepon.. Ada telepon masuk. Aku kaget ketika mendengar suara saudaraku yang berbicara di ujung telepon yang lain.. Suaranya memelas.. "Tara...(nadanya sangat unik, suara saudaraku).. Opa meninggal tadi pagi.." Pikiranku seakan tak percaya akan apa yang aku dengar saat itu juga. Aku terdiam dan panik, "BOHONG! APA NI?!!! BOHONG KAN?" aku masih berpikir kalau dia bercanda.. karena, jujur saja, selera bercanda dari bapaknya kadang keterlaluan.  Aku pernah dengar bapaknya berdoa kalau Opa mati aja.. Ya, walaupun bercanda, kadang jahat juga mikirnya.. tapi aku ingat saat itu kita tertawa. Tapi, saat ini aku hanya bisa terdiam, mendengarnya mengulangi perkataannya. Aku tidak percaya. Ketika telepon mati, Ibuku menelpon, dan ketika aku mendengar pecahnya tangisan ibuku, aku baru mempercayai, kalau Opa memang sudah meninggal.. Aku tidak bisa memikirkan kuliah hari itu. Aku langsung mandi dan naik angkot menuju rumahnya. Aku ingat melihat Ua yang tinggal bersama beliau sudah nangis tak karuan. Aku memeluknya dan tidak berani melihat ke arah tubuh beliau tergeletak tak bernyawa di tengah ruangan. SEDIH, SAKIT, LEGA, SESAL.. semua bercampur.. Aku bahkan belum mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Aku bahkan belum mencium pipinya, mengucapkan selamat ulang tahun!!!!!!!!!!!!!!! SEKARANG AKU SUDAH MELIHAT TUBUHNYA TERGELETAK DI TENGAH RUANGAN TANPA NYAWA?!!!!!!! APA2AN INI?!!!!!!!!! AKU LEGA BELIAU TIDAK AKAN MERASAKAN SAKIT LAGI, TAPI MENGAPA HARI INI!???!!!!!!!!!!!!!!!

Beberapa kali aku melihat tubuhnya tergeletak di tengah ruangan...TANPA NYAWA... kadang, aku melirik sambil berkhayal, akankah beliau bangun dan seperti dulu lagi, menirukan gaya orang jalan tertatih2 seperti yang ada di cerita horornya, lalu tertawa melihat mukaku dan muka cucu2nya ketakutan? Opa.. Aku masih gak percaya.... kau sudah tidak bernyawa.. Maaf opa, aku tidak bisa mengantarmu ke Makam, sudah cukup aku melihatmu dimandikan. Sudah cukup aku melihat mukamu ditutup kain putih yang tembus pandang itu. Sudah cukup aku... merasakan rasa tidak percaya bahwa kau sudah tidak bernyawa. Kalau beliau sudah tidak bernyawa lagi, berarti siapa tubuh yang ada di tengah ruangan ini? Aku rasa ini bukan kau lagi, Opa.. Opa bukan tubuh itu lagi!!! OPPPAAAAAAAA.. :(


Aku kangen Opa, dan semua yang Opa lakukan. Ngutak-atik barang rongsokan, barang elektronik yang udah rusak, dibetulin lagi.. 


You know, you don't know what you got 'till it's gone.. He's Gone now..

makanya, sejelek apapun sifatnya Eyang yang dari Ayah ini, beliau pasti akan dapat apa yang tidak dapat Opa dan Oma (eyang dari Ibu) rasakan.. Beliau akan kuberikan perhatian dari seorang cucu.. Seperti kasih sayang yang seharusnya cucu berikan kepada Kakek dan neneknya.. Maaf Opa, aku hanya bisa mendoakanmu yang sudah bersama Oma saat ini. Haha, ntah kenapa aku suka membayangkan apa yang Opa rasakan saat ini.. Opa dan Oma selalu terlihat adem berdua,, gak kayak Eyang kakung dan Eyang putri saat ini.. Hiihhihihiihihi.. well, that's another story. :)


:* a kiss goodnight for my Opa and Oma there, in Heaven.. (:

Saturday, July 12, 2008

I thought...

Malem ini, tepatnya jam 10.30 malem, pikiran aku tergelitik untuk membahas sesuatu kepada kedua orang tuaku.


KENAPA PACARNYA ADYA BISA SANGAT DEKET SAMA IBU DAN AYAH, DAN TIAP PACARNYA ADYA, KAYAKNYA DIBANGGAKAN SAMA AYAH DAN IBU(Selalu ada hal menarik yang bisa mereka bahas tentang pacar dia)...??


Ya, aku ngerasa tiap pacaran, pacar aku selalu gak diekspos sama ibu dan ayah. Selalu lewat aja, gak pernah ibu dan ayah tau atau mencari tau siapa orang tuanya, darimana asalnya, berapa bersodara, blablabla.. semua yang aku list hanya akan menjelaskan pada kalian semua bahwa ibu dan ayah aku lebih mengetahui pacar adya daripada pacar aku. Tiap kali ibu bicarain pacarnya adya, selalu terdengar ibu bangga anaknya pacaran ama si cowok itu. Selalu ada hal baik di dalam pembicaraannya.. aku pengen mereka merasa gitu juga ke aku, makanya aku bahas pertanyaan ini pada mereka.


Ternyata jawabannya sangat simple. Adya selalu bangga membicarakan cowo yang dia pacarin. Selalu berusaha mendekatkan diri si sang cowo ke ibu dan ayah. Selalu ngajak makan bareng kalo ada waktu bersama, selalu seneng ketika ditanya ibu dan ayah mengenai si cowo yang dia pacarin saat ini. Selalu merasa he's worth it! He's the one. Sedangkan aku? Aku selalu merasa gak tertarik untuk membicarakan pacar aku saat ini. Atau pacar aku saat itu. Atau kapanpun juga. Merasa gak penting membicarakan cowo aku. Merasa ada yang lebih penting aku bicarain ke mereka, selain cowo aku saat itu. 


Gak tau juga sih, apa ini artinya aku kurang memberi informasi tentang orang2 yang deket ama aku saat itu, alias tertutup dengan orang tua? Gak kok.Bagi aku, aku udah sangat terbuka ke mereka,, tapi ternyata mereka berpikiran berbeda. 


Ketika aku berniat mengenalkan pacar aku ke mereka, eeeeeeh, si cowo itu yang menjauh! Merasa gak perlu sampe dibawa ketemu sama orang tua. Well, you don't have respect for my parent, i won't respect you. AND I AM... Haaaah, tampak memang bukan jodoh aja..


Talk about my knight, yes a knight i called him, somewhere, anywhere, we will meet, i know we will.. You're not the man i knew--from my past, you're still out there, and when we met, it will be... --i don't know the perfect word for it, but i know that you'll be that awesome man that will always be adored by me.. Every little moments and little things that you've done and do, will be adored and captured by me... I WILL LOVE YOU, for that i know for sure..


Monday, July 7, 2008

holiday


So Anyway, today, i wanna share some pictures with all of you... There're stories behind em all.. heehee..



So This is the thing that pleasures my ears.. I have new songs, so sometimes i'm not hearing songs from this first thingy..


This plays my new songs... Also gave me access to the nets.. Write blogs, searching for ***** videos (please do fill the blanks)...downloading you-know-what..


Oh yeah, here is my backyard.. When it's night, it's Not INTERESTING AT ALL.. When it's the season where all good fruits comes out from the trees, baboons all over it!!!!! Imagine that... Baboons mating (you don't know what's mating? fucking each other off,, how bout that!)? Not a strange sight anymore.. 

I bought this on my last birthday with my own money.. (my savings.. actually, my parent give me this monthly income --without doing nothing-- and i saves them).. It's anna sui's Flight of fancy.. Puput was there watching me buying this thing that keeps my body odor away (my body odor's really not that bad :)) )

the part of my poppa's car with my reflection on it

my poppa and my momma.. hahahaha



enjoy.... leave comments... Thanks...


Sunday, May 25, 2008

misunderstanding

ni ceritanya wa' nya aku.. (wa' = bu'de)
sebelumnya, aku jelasin dulu sifatnya uwa' aku (sebut saja namanya E), dia ini orangnya kalo dibilang penyendiri gak juga, tapi kurang suka ngumpul ama ibu2 lain yang suka bergosip... Jadi tiap kali nganterin anaknya ke sekolah waktu sd, dia langsung pulang, dan kadang sukak nolak ajakan ibu2 lain, karena dia ngerasa gak cocok, abisnya ibu2 itu selalu ngebicarain orang. Ya, suatu waktu, habis nganterin anaknya, dia diajak ama ibu2 yang laln, terjadilah pembicaraan..
ibu1 : E, mau ikut kita ke pasar gak? ngerujak,,
E berpikir,daripada gak ada kerjaan di rumah, mending ikut ngerujak juga. Mana kalo siang2 panas gin, enak kan nyari yang seger2... Akhirnya pergilah mereka ke pasar...
sampe di pasar, si ibu2 ini pada masuk2, udah gitu bingung kan, ini kok masuk2, udah gitu malah berhenti di tempat jualan menyan, bingung kan, kataya ngerujak, kok malah ke tempat jual kemenyan..
Ibu2 : bu E, ternyata ibu juga suka ngerujak ya, dikirain gak sukak, bu..
E : (sambil bingung dan ngumpat dalam ati) iya, ini untuk si oma di rumah (oma = nenek)
akhirnya si uwa aku ngeluarin uang terakhirnya, untuk beli 'rujak' yang bukan dia pikirin..
ahahaha. buang2 duit...

Wednesday, April 9, 2008

==Our Parents==

Did you know how much they love us?
No! We don't even care!!
tapi ketika kita makin besar, kita sebenernya udah nyakitin perasaan dia loh..
aku mikir tentang hal ini waktu aku liat anak USM ITB yang didampingi orang tuanya, Ketika break makan, anak2 pada ngejek2 dan bilang, "orang tuanya langsung nyamperin gitu! Gw males banget kalo di datengin gitu ama Bonyok!"
well, for my personal opinion at that time, i agreed with them. But, as time goes by and i go wondering in my heads, i thought that what we think is not right!
Orang tua bangga dong anaknya ikut Ujian Masuk ITB, memang, kalo dari luar itb tuh terkenal gimana gitu *kenapa lama2 bagi aku biasa2 aja, dan malah terkesan terlalu dibesar2kan?*
Orang tua sangat berharap anaknya 'JADI' sesuatu.. Sukses.. Mereka pengen bangga sama anak mereka juga, seberapa biasanya sukses si anaknya itu nantinya. Mereka bangga loh sama kita, bangga. gimanapun juga..
Setelah berapa tahun kuliah, kadang aku denger suara lirihnya Ibu kalo lagi ditelpon dan pengen aku pulang..
kadang aku mikir, "apa ibu saat ini lagi nangis?"
Pernah waktu itu chatting pake video (yah one way aja, aku gak punya kamera :)) ), dan aku liat muka ibu dan ayah seharian. Ntah itu ibu nguap beberapa kali, atau ayah yang selalu gak ada mimik wajahnya..haha
JUJUR, aku kangen ama mereka sekarang.. kadang sukak kasian ama mereka yang pengen punya perasaan kayak aku, tapi ditutupin oleh rasa kekesalan terhadap orang tuanya sendiri.. Aku harap gak semua gitu..
aku pengen pulang, tapi kalo aku pulang, aku dijejelin makanan, ntar aku jadi tambah gendut lagi! hahaha Ayah tuh orangnya gak bisa nolak.. aku pengen banget ayah ada di sini waktu acara balawan itu..hehe aku pengennnnnn :(
kangen..
think twice kalo kalian pada mau ngasarin orang tua. Use your time with them, selama kalian dan Mereka masih ada dan deket. Hehehe, i've learnt my lesson, hope you'll learn it from me.. Memang bener apa kata orang, tempatkan diri kita ketika kita jadi mereka dan kita kasarin..well well,,,

Thursday, January 3, 2008

Letter to God

Aku pengen banget kalo ntar aku nikah dan punya anak, ibu dan ayah aku ada di sana..
Kalo anak aku masuk tk, mereka membimbing aku dalam membesarkan anak..
Dan ketika anak2 aku lulus sarjana, mereka ada di sana juga..
aku mau mereka diberikan kesehatan sehingga bisa ada di saat aku membutuhkan mereka..
Aku ingin Engkau memberi perlindungan kepada mereka..
Karena sejujurnya, aku sangat berterima kasih karena mereka sudah mendidikku sampai menjadi seperti ini..
Aku bisa tau gimana cara aku harus menempatkan diri di rumah orang..
Itu udah aku lakuin dari dulu, waktu aku kecil
dan aku merasa aku gak pernah dibentak untuk menuruti mereka
aku pengen anak aku nantinya juga gitu..
Aku pengen mereka membimbing aku dalam membesarkan anak aku..
jadi aku bukan jenis orang tua yang gak peduli dengan mau jadi apa anak aku nantinya..
hehehe,,
percaya atau gak, ini memang surat untukMu,
aku pernah menangis ketika mengucapkannya bila Kau ingat saat itu..
Aku akan sangat berterima kasih kalo Engkau mengabulkannya..
AMiiiiiiiin